Muhammad Faishal Hidayat

H24100014

Laskar 30

Cerita Inspirasi 1

Ketika saya masih sekolah dasar saya serig membeli jajanan di luar sekolah. Jajanan yang menjadi vavorit saya salah satunya yaitu es kue. Semacam makanan tapi beku. Saking seringnya aku membeli es kue, pedagangnya sampai sangat mengenalku. Meski sampai saat ini aku tidak tau nama pedagang itu. Biasanya aku panggil mamang dan dia memanggilku ade. Selama di sekolah dasar aku sering membeli es kue. Si mamang itu pun slalu tersenyum dan terlihat ceria jika aku dan teman temanku membeli dagangannya. Meski sedang sepi pembeli dia tetap ceria, itu yang membuatku betah membeli dagangannya selain rasa es kue yang enak.

Setelah lulus SD pun saya masi sering membeli es kue si mamang. Kebetulan si mamang berjualan melewati rumah saya yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan sekolah dasar saya yang dulu. Bertahun tahun berlalu sejak pertama kali saya membeli eskue tp wajah si mamang tetap se ceria dulu. Wajah yang murah dengan senyuman.

Setelah saya kelas 2 SMP saya tidk melihat simamang berjualan es kue lagi. Saya kira dia sudah pension, tapi ternyata dia beralih profesi menjadi penjual roti. Semakin berat saja kerjanya karena gerobak roti yang dipikulnya lebih berat daripada termos es kue. Namun beberapa bulan kemudian saya tidak melihat si mamang berjualan roti lagi, mungkin dia kelelahan memikul gerobak roti yang berat. Tapi ketika saya pulang sekolah saya melihat si mamang berjualan es cendol. Sungguh luar biasa si mamang ini, bekerja keras tanpa kenal lelah demi memenuhi hidupnya dan keluarganya. Saya pun sering membeli es cendolnya ketika pulang sekolah karena si mamang suka mangkal dekat gang rumah saya.

Yang memhbuat saya kagum dengan si mamang adalah semangatnya yang besar, dia slalu ceria dan berusaha keras untuk bekerja. Peernah saya lihat si mamang mendorong gerobak esnya ketika saya pulang sekolah. Dan yang membuat saya kagum sekaligus kasihan adalah si mamang mendorong gerobaknya sampai sejauh 3 kilometer. Ingin rasanya hati ini ikut mendorong gerobak. Tapi saya masih terlalu pengecut untuk bisa menolong.

Semenjak saat itu saya sadar bahwa perjuangan hidup itu sangat berat. Sebagian orang berusaha sangat keras untuk bisa memenuhi dan menafkahi hidup dan keluarganya. Sampai saat ini saya belum bertemu dengan si mamang lagi, entah mingkin dia sudah menjadi juragan cendol karena usahanya yang keras. Sungguh hebat bekerja dengan sungguh sungguh itu.

1af708e0-c527-4a97-b05f-c2023aac9f90
1.03.01